Pollung: top
Tampilkan postingan dengan label top. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label top. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Maret 2018

Robot Humanoid 5G Ini Bisa Jadi Solusi Masa Depan

Maret 01, 2018
Robot Humanoid 5G Ini Bisa Jadi Solusi Masa Depan
Sebuah robot humanoid 5G diciptakan oleh perusahaan Jepang, seperti ditunjukkan video di bawah ini.

Robot ini dapat mempermudah pekerjaan manusia di masa mendatang.

Penggunaan jaringan 5G dinilai memperkecil kemungkinan lagging antar operator dan robot.


Read More

Minggu, 18 Februari 2018

Humbang Hasundutan Tabligh Akbar di Mesjid Marade, Sipituhuta, Pollung

Februari 18, 2018
Humbang Hasundutan Tabligh Akbar di Mesjid Marade, Sipituhuta, Pollung
Masyarakat Humbang Hasundutan mengadakan acara Tabligh Akbar di Mesjid Al Muttaqin Marade Desa Sipituhuta, Pollung, Sumatera Utara.

Kegiatan ini diikuti oleh beberapa kelompok majelis taklim dan perwiritan dari seluruh Humbang Hasundutan, seperti diinformasikan oleh akun Facebook Polres Humbang Hasundutan.

Baca: Zikir Akbar di Humbang Hasundutan

Pollung merupakan daerah yang dilalui oleh jalan provinsi antara Dairi dan Dolok Sanggul. Salah satu desa bernama Pansur Batu merupakan asal muasal leluhur Buya Syeikh Ali Akbar Marbun, Rais Syuriah PBNU dan pengasuh Pesantren Al Kautsar Al Akbar, Medan dan Lae Toras Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.
Syeikh Ali Akbar Marbun (ketiga dari kanan) bersaam Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor (kelima dari kanan) (ilustrasi)

Leluhur Buya bermigrasi dari Bakkara ke Pansur Batu dan setelah itu ke beberapa daerah lain seperti Parbotihan, Simaninggir dan Siniang, Pakkat.

Di Pakkat bermukim keluarga adindanya, almarhum Mahmun Syarif Marbun atau akrab disapa Jureman Marbun. Selain sebagai tokoh masyarakat di Humbahas, keduanya merupakan alumni Pesantren Musthafawiyah Purba Baru, Mandailing Natal.


Read More

Rabu, 07 Februari 2018

Taman Bunga Nusantara Pollung

Februari 07, 2018
Taman Bunga Nusantara Pollung
Selain pembangunan kawasan pariwisata seluas sekitar 600 hektar di Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir. Pemerintah RI juga berencana membangun Taman Bunga Nusantara di Kabupaten Humbang Hasundutan.

Taman Bunga Nusantara ini awalnya hendak dibangun seluas sekitar 453 hektar di Kecamatan Lintongnihuta, Kabupaten Humbanghasundutan.

Namun baru-baru ini, kabar mengejutkan datang dari Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor.

Pemkab Humbahas mengusulkan pemindahan lokasi pembangunan Taman Bunga Nusantara, dari yang mulanya di Kecamatan Lintongnihuta pindah ke Kecamatan Pollung. Usulan ini sudah disampaikan secara tertulis ke sejumlah kementerian.

Kabar yang beredar menyebut penyebab pemindahan ini karena polemik lahan adat di kawasan itu.

Terdapat pihak yang menolak satu bidang lahan yang mereka anggap sebagai wilayah adat masuk dalam bagian lokasi pembangunan taman bunga. (sumber)
Read More

Pelaku Perampokan SPBU Hutapaung Ditembak

Februari 07, 2018
Pelaku Perampokan SPBU Hutapaung Ditembak
Polres Humbang Hasundutan (Humbahas) berhasil melumpuhkan anggota kawanan perampok SPBU Hutapaung, Kecamatan Pollung. SPBU di Jalan Sidikalang Huta Paung, Pullung itu ditampok pada Kamis (24/8/2017), sekitar pukul 03.30 WIB. Korban menderita Rp 150 juta beserta 3 unit Hp milik petugas SPBU

Kasat Reskrim Polres Humbahas, AKP Jonser Banjarnahor, Jumat (25/8/2017), mengatakan, polisi berhasil mengamankan empat tersangka pada Kamis sore dan satu tersangka masih dalam pengejaran.

Lanjut Jonser mengatakan, kelima tersangka dalam melakukan aksinya menggunakan senjata api berhasil menggasak uang tunai kurang lebih Rp 150 juta. Modus kawanan perampok menggunakan mobil jenis Toyota Avanza silver berpura pura mengisi BBM di SPBU, selanjutnya menodong senjata terhadap penjaga SPBU.

Untuk menghindari pegawai SPBU teriak, pelaku menutup mulut dan mata empat karyawan SPBU, kemudian menggiring menuju brankas dan dipaksa untuk menyerahkan uang. Selanjut perampok melarikan diri ke arah Kecamatan Pakkat.

Selang beberapa jam kemudian, pihak SPBU melaporkan kejadian tersebut. Berdasarkan laporan, polisi langsung turun ke TKP untuk melakukan penyelidikan. Kemudian pemeriksaan kepada saksi (petugas SPBU).

Tim Polres Humbahas melakukan pengejaran terhadap pelaku dengan bukti awal bahwa pelaku dalam melakukan aksinya mengunakan mobil Avanza. Untuk melokalisir dan mempersempit ruang gerak dalam pengejaran kelima tersangka, Polres berkoordinasi dengan Polsek dan juga melakukan koordinasi dengan pihak polres lain.

Berdasarkan pengembangan informasi, untuk mengelabui petugas, para pelaku perampokan dengan modus mengganti beberapa kali nomor polisi.

“Akan tetapi, dengan bukti awal yang kita kantongi, mobil yang ditumpangi pelaku ditemukan dan langsung kita melakukan penembakan terhadap mobil kawanan perampok,” ujarnya.

Kawanan perampok berhasil melarikan diri ke hutan hutan di daerah Kecamatan Pakkat. Tim Polres melakukan pengejaran dan ahirnya berhasil menangkap pelaku.

“Untuk saat saat ini, empat pelaku sudah diamankan inisial AS,JS,SH,L dan satu perampok belum tertangkap inisial P,” ujarnya.

Ditambahkannya, satu dari pelaku yang berhasil dilumpuhkan telah dirujuk ke Medan.

Sebelumnya, Manager SPBU Hutapaung, Jubaida Siboro, kepada wartawan menceritakan peristiwa perampokan itu berlangsung secara tiba-tiba saat kondisi SPBU terlihat sepi, hanya ke 4 anggotanya yang sedang bertugas menjaga pom bensin.

“Operator yang bertugas mengira mereka pelanggan mau ngisi bensin. Tapi tiba-tiba saja, gerombolan itu mengeluarkan senjata api dan menodongkannya ke petugas kita, lalu berkata jangan ada yang melawan, matikan CCTV, kalau mau selamat,” kata Siboro.

Siboro menyebutkan, sebanyak 4 orang dari gerombolan perampok tersebut kemudian menggiring seluruh petugas SPBU ke dalam kantor SPBU dengan kondisi mata tertutup, tangan terikat dan mulut ditutup menggunakan lakban, sementara 2 orang perampok lainnya menjaga di luar.  (sumber)
Read More

Selasa, 28 Maret 2017

Presiden Jokowi di Barus

Maret 28, 2017
Presiden Jokowi di Barus
Presiden Jokowi meresmikan Tugu Titik Nol Pusat Peradaban Islam Nusantara di Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Meski tak berjuluk 'Serambi Makkah', ternyata dari tempat inilah agama Islam masuk ke Nusantara.

Belum ada catatan resmi mengenai kapan wilayah Barus terbentuk. Tetapi tercatat sejak abad ke-6 Masehi, rempah-rempah dari Barus jadi magnet bagi para saudagar penjuru dunia.

Dalam buku 'Lobu Tua Sejarah Awal Barus' yang disunting oleh seorang peneliti asal Prancis Claude Gulliot yang dikutip detikcom pada Sabtu (25/3/2017), Barus juga dikenal dengan nama Pancur atau dalam bahasa Arab menjadi Fansur. Buku yang ditulis oleh beberapa peneliti itu pun belum bisa mengungkap apakah Barus dan Pancur memiliki makna yang sama.

Seorang ahli geografi yang juga matematikawan berdarah Yunani, Claudius Ptolemaeus pada abad ke-1 Masehi menyebut ada lima pulau yang salah satunya bernama 'Barousai'. Namun belum terbukti benar apakah Barousai adalah Barus.

Meski tak ada catatan yang memastikan bahwa Barus adalah Barousai yang dimaksud Ptolemaeus, tetapi memang sejak dahulu Barus dikenal sebagai penghasil kamper. Pada zaman dahulu tak semua tempat bisa ditumbuhi pohon kamper, dan komoditas ini amat disukai orang Timur Tengah.

Maka masuklah pedagang dari Timur Tengah ke Barus yang pada abad ke-6 Masehi merupakan pelabuhan di tepi barat Sumatera Utara. Kala itu memang belum bernama Sumatera Utara.

Tak hanya pedagang dari Arab, bahkan di Barus juga sudah berdatangan para pedagang dari Aceh, India, China, Tamil, Jawa, Batak, Minangkabau, Bugis, Bengkulu, dan sebagainya. Keanekaragaman suku bangsa yang datang ke Barus terbukti dengan adanya catatan-catatan berbahasa Arab, Yunani, Syriak, Tamil, Melayu, Jawa, hingga Armenia tentang Barus.

Masuknya Islam ke Nusantara dipercaya turut dalam jalur perdagangan ke Barus ini. Jalur perdagangan ini dikenal sebagai Jalur Rempah karena memang para pedagang memiliki misi untuk mencari rempah-rempah.

Bukti bahwa Islam pertama kali masuk ke Nusantara lewat Barus adalah ditemukannya makam Syekh Rukunuddin yang wafat pada tahun 672 Masehi atau 48 Hijriah. Makam tersebut terdapat di kompleks Makam Mahligai di Barus. (sumber)
Read More

More News