Pollung: pollung
Tampilkan postingan dengan label pollung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pollung. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 April 2018

Warga Pollung Galang Dana Pembangunan Musala Sipituhuta

April 06, 2018
Warga Pollung Galang Dana Pembangunan Musala Sipituhuta
POLLUNG ONLINE -- Minoritas Muslim warga Desa Sipituhuta, Kec Pollung, Kab Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara, sangat merindukan sebuah rumah ibadah di permukiman mereka. Sebuah musholla saja, berukuran tak lebih dari 7 x 5 meter persegi.

Tiap Sabtu dan Ahad, sebagian dari 45 warga Muslim pemilik kapling perumahan, bergotong royong merampungkan musholla. Rumah ibadah dan tempat mengaji anak-anak ini dibangun di atas tanah wakaf dari warga bernama Ilham dengan ukuran 8.5x23 meter persegi.

"Pembangunan musholla sudah sampai tahap mengecor tiang dan sedang menunggu kosen pintu dan jendela," kata Ustadz Ilyas Tarigan dari Yayasan Pesantren Arradlatul Hasanah Medan yang mengunjungi lokasi tersebut pada akhir Oktober lalu.

"Sambil menunggu musholla rampung, untuk sementara anak-anak mengaji di rumah warga bernama Yusuf Rizal. Ngajinya hanya tiga kali dalam seminggu," imbuh tokoh dakwah Karo bermarga Tarigan ini.

Kapling Muslim tersebut bermula dari keprihatinan seorang muslim bermarga Lumban Gaol terhadap muslim Sipituhuta. Sebagai dampak dari pemekaran Humbahas menjadi kabupaten pada Juli 2013 yang semula merupakan bagian dari Kab Tapanuli Utara, terjadi pembongkaran dan penggusuran 20 kuburan warga muslim. Atas nama klaim tanah adat, keluarga muslim harus mengevakuasi isi kubur dari lokasi pemakaman umum yang sudah dimanfaatkan sejak sebelum kemerdekaan RI.

Alhamdulillah, seorang waqif menyediakan sebagian lahan miliknya di sekitar lokasi, untuk kepentingan warga muslim. Ia yang kini bermukim di Jakarta, memberikan kemudahan kepada penduduk Islam terutama para pendatang, untuk memiliki tanah pertapakan rumah dengan biaya dan skema pembayaran terjangkau. Syaratnya, di atas kapling tanah itu harus dibangun rumah untuk ditempati sendiri.

"Alhamdulillah, sekarang sudah ada 10 keluarga yang membangun dan menempati rumah di lokasi tersebut. Seluruhnya ada 45 kapling keluarga muslim di sana," tutur Ilyas yang sudah sepuh namun masih tinggi jam terbang dakwahnya.

Ilyas Tarigan mengajak kaum muslimin untuk mewujudkan musholla yang dirindukan warga Sipituhuta. Silakan sampaikan kepedulian Anda melalui: Bank Mandiri no rekening 1370002187231 (Nuraini Tarigan); atau BCA no rekening 6475005337 (Nur Aini Ilyas Tarigan). Mohon konfirmasi ke WA 087880180016 atau hp 085370060909. (sumber)
Read More

Minggu, 18 Februari 2018

Humbang Hasundutan Tabligh Akbar di Mesjid Marade, Sipituhuta, Pollung

Februari 18, 2018
Humbang Hasundutan Tabligh Akbar di Mesjid Marade, Sipituhuta, Pollung
Masyarakat Humbang Hasundutan mengadakan acara Tabligh Akbar di Mesjid Al Muttaqin Marade Desa Sipituhuta, Pollung, Sumatera Utara.

Kegiatan ini diikuti oleh beberapa kelompok majelis taklim dan perwiritan dari seluruh Humbang Hasundutan, seperti diinformasikan oleh akun Facebook Polres Humbang Hasundutan.

Baca: Zikir Akbar di Humbang Hasundutan

Pollung merupakan daerah yang dilalui oleh jalan provinsi antara Dairi dan Dolok Sanggul. Salah satu desa bernama Pansur Batu merupakan asal muasal leluhur Buya Syeikh Ali Akbar Marbun, Rais Syuriah PBNU dan pengasuh Pesantren Al Kautsar Al Akbar, Medan dan Lae Toras Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.
Syeikh Ali Akbar Marbun (ketiga dari kanan) bersaam Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor (kelima dari kanan) (ilustrasi)

Leluhur Buya bermigrasi dari Bakkara ke Pansur Batu dan setelah itu ke beberapa daerah lain seperti Parbotihan, Simaninggir dan Siniang, Pakkat.

Di Pakkat bermukim keluarga adindanya, almarhum Mahmun Syarif Marbun atau akrab disapa Jureman Marbun. Selain sebagai tokoh masyarakat di Humbahas, keduanya merupakan alumni Pesantren Musthafawiyah Purba Baru, Mandailing Natal.


Read More

Senin, 12 Februari 2018

Masjid Al Muttaqin, Sipitu Huta, Pollung

Februari 12, 2018
Masjid Al Muttaqin, Sipitu Huta, Pollung
Fasilita: Parkir, Ruang Belajar (TPA/Madrasah), Kantor Sekretariat, Sound System dan Multimedia, Kamar Mandi/WC, Tempat Wudhu, Sarana Ibadah

Kegiatan: Pemberdayaan Zakat, Infaq, Shodaqoh dan Wakaf, Menyelenggarakan Pengajian Rutin, Menyelenggarakan Kegiatan Hari Besar Islam, Menyelenggarakan Sholat Jumat, Menyelenggarakan Ibadah Sholat Fardhu

Masjid Al Muttaqin terletak di jl. sidikalang marade desa sipituhuta kec. pollung, humbang hasundutan, sumatera utara

Sumber
Read More

Masjid Amal Bhakti, Aek Nauli, Pollung

Februari 12, 2018
Masjid Amal Bhakti, Aek Nauli, Pollung
Sebuah arsitektur masjid Amal Bhakti (ilustrasi)
Fasilitas: Parkir, Perlengkapan Pengurusan Jenazah, Kamar Mandi/WC, Tempat Wudhu, Sarana Ibadah

Kegiatan: Pemberdayaan Zakat, Infaq, Shodaqoh dan Wakaf, Menyelenggarakan Pengajian Rutin, Menyelenggarakan Sholat Jumat, Menyelenggarakan Ibadah Sholat Fardhu

Alamat terletak di jalan dengan nama yang sama, Jl. Amal Bhakti, Aek Nauli, Pollung, Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.

Sumber
Read More

Masjid Baiturrahim, Hutagurgur, Pollung

Februari 12, 2018
Masjid Baiturrahim, Hutagurgur, Pollung
Mushalla atau Masjid Baiturrahim terletak di Desa Hutagurgur di Kecamatan Pollung, Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.

Sebagaimana beberapa mushalla di Humbang Hasundutan, arsitektur bangunan ini sangat khas.

Pollung dilalui dari Medan-Sidikkalang ketika akan menuju Dolok Sanggul.

Sumber
Read More

Rabu, 07 Februari 2018

Pelaku Perampokan SPBU Hutapaung Ditembak

Februari 07, 2018
Pelaku Perampokan SPBU Hutapaung Ditembak
Polres Humbang Hasundutan (Humbahas) berhasil melumpuhkan anggota kawanan perampok SPBU Hutapaung, Kecamatan Pollung. SPBU di Jalan Sidikalang Huta Paung, Pullung itu ditampok pada Kamis (24/8/2017), sekitar pukul 03.30 WIB. Korban menderita Rp 150 juta beserta 3 unit Hp milik petugas SPBU

Kasat Reskrim Polres Humbahas, AKP Jonser Banjarnahor, Jumat (25/8/2017), mengatakan, polisi berhasil mengamankan empat tersangka pada Kamis sore dan satu tersangka masih dalam pengejaran.

Lanjut Jonser mengatakan, kelima tersangka dalam melakukan aksinya menggunakan senjata api berhasil menggasak uang tunai kurang lebih Rp 150 juta. Modus kawanan perampok menggunakan mobil jenis Toyota Avanza silver berpura pura mengisi BBM di SPBU, selanjutnya menodong senjata terhadap penjaga SPBU.

Untuk menghindari pegawai SPBU teriak, pelaku menutup mulut dan mata empat karyawan SPBU, kemudian menggiring menuju brankas dan dipaksa untuk menyerahkan uang. Selanjut perampok melarikan diri ke arah Kecamatan Pakkat.

Selang beberapa jam kemudian, pihak SPBU melaporkan kejadian tersebut. Berdasarkan laporan, polisi langsung turun ke TKP untuk melakukan penyelidikan. Kemudian pemeriksaan kepada saksi (petugas SPBU).

Tim Polres Humbahas melakukan pengejaran terhadap pelaku dengan bukti awal bahwa pelaku dalam melakukan aksinya mengunakan mobil Avanza. Untuk melokalisir dan mempersempit ruang gerak dalam pengejaran kelima tersangka, Polres berkoordinasi dengan Polsek dan juga melakukan koordinasi dengan pihak polres lain.

Berdasarkan pengembangan informasi, untuk mengelabui petugas, para pelaku perampokan dengan modus mengganti beberapa kali nomor polisi.

“Akan tetapi, dengan bukti awal yang kita kantongi, mobil yang ditumpangi pelaku ditemukan dan langsung kita melakukan penembakan terhadap mobil kawanan perampok,” ujarnya.

Kawanan perampok berhasil melarikan diri ke hutan hutan di daerah Kecamatan Pakkat. Tim Polres melakukan pengejaran dan ahirnya berhasil menangkap pelaku.

“Untuk saat saat ini, empat pelaku sudah diamankan inisial AS,JS,SH,L dan satu perampok belum tertangkap inisial P,” ujarnya.

Ditambahkannya, satu dari pelaku yang berhasil dilumpuhkan telah dirujuk ke Medan.

Sebelumnya, Manager SPBU Hutapaung, Jubaida Siboro, kepada wartawan menceritakan peristiwa perampokan itu berlangsung secara tiba-tiba saat kondisi SPBU terlihat sepi, hanya ke 4 anggotanya yang sedang bertugas menjaga pom bensin.

“Operator yang bertugas mengira mereka pelanggan mau ngisi bensin. Tapi tiba-tiba saja, gerombolan itu mengeluarkan senjata api dan menodongkannya ke petugas kita, lalu berkata jangan ada yang melawan, matikan CCTV, kalau mau selamat,” kata Siboro.

Siboro menyebutkan, sebanyak 4 orang dari gerombolan perampok tersebut kemudian menggiring seluruh petugas SPBU ke dalam kantor SPBU dengan kondisi mata tertutup, tangan terikat dan mulut ditutup menggunakan lakban, sementara 2 orang perampok lainnya menjaga di luar.  (sumber)
Read More

More News