Pollung

Sabtu, 07 Juli 2018

Eramas Menang Telak di Rekapitulasi Pilgubsu KPU Batubara

Juli 07, 2018
Eramas Menang Telak di Rekapitulasi Pilgubsu KPU Batubara
ilustrasi
POLLUNG ONLINE -- Hasil rekapitulasi penghitungan suara Pilgubsu 2018 yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Batubara, pasangan Edi Rahmayadi - Musa Rajekshah menang telak dengan perolehan 124.911 suara. Sedangkan pasangan Djarot Saifullah - Sihar Sitorus memperoleh sebanyak 49.252 suara.

Pantauan medanbisnisdaily.com, Kamis (5/7/2018), rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan suara Gubernur dan Wakil Gubernur digelar di Aula Kantor KPU Batubara. Rapat pleno dimulai sekitar pukul 10:00 WIB dipimpin langsung oleh Ketua KPU Batubara Muksin Khalid didampingi seluruh komisioner dan dengan penjagaan ketat oleh pihak Kepolisian.

Data yang dihimpun pasangan Edi Rahmayadi - Musa Rajekshah menang telak di 7 kecamatan. (sumber)
Read More

Minggu, 15 April 2018

PT Indofood Tertarik dengan Produk Kentang dari Pollung

April 15, 2018
PT Indofood Tertarik dengan Produk Kentang dari Pollung
POLLUNG ONLINE -- Lahan di Dolok Sanggul, Kabupaten Humbahas dianggap memiliki unsur tanah yang baik.

Tanah ini dianggap bagus untuk ditanami kentang.

Hal itu membuat Direktur Agro Division PT Indofood Sukses Makmur Tbk Budi Darmadi tertarik melirik Dolok Sanggul untuk dijadikan basis kentang.

Dia datang bersama Agro Technical Manager Suranto dan Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor meninjau lahan pertanian kentang di Desa Parsingguran II Kecamatan Pollung dan di Desa Purba Dolok Kecamatan Doloksanggul Kabupaten Humbang Hasundutan, Kamis (12/4).

"Tanahnya subur, ketinggian dan unsur tanahnya cukup bagus. Apabila  kentang dipanen, tanahnya tidak lengket di kentang dan tampak bersih. Dengan kondisi tanah ini, penyakit layu agak kurang," ujar Budi.

Katanya, PT Indofood akan membuka lahan 5 hektar di Kecamatan Pollung sebagai demplot pada tahap pertama.

Disebutnya, dalam bercocok tanam kentang ini, PT Indofood akan menempatkan tim ahli di Humbang Hasundutan, mulai dari pengolahan tanah, pemupukan sampai panen.

Selain itu, dijanjikannya petani akan dibina. Mulai dari pemilihan bibit dan budidaya, sehingga bisa menghasilkan kentang yang maksimal. 

Dia mengaku, PT Indofood membutuhkan kentang 200 ton/hari dan setiap harinya terus berkembang. Setiap tahun terus meningkat kebutuhan.

Untuk memenuhi kebutuhan bahan baku, maka PT Indofood menjalin kerjasama dengan petani. Sampai saat ini PT Indofood telah menjalin kerjasama dengan 6000 lebih petani di Indonesia.

Sementara itu Suranto menyebutkan, pengolahan kentang cukup singkat, hanya 7 menit  sudah menjadi bahan jadi seperti keripik yang sudah dibungkus.

Apabila masyarakat serius bercocok tanam kentang ini, maka kehidupan masyarakat akan meningkat.

"Semua hasil panen akan ditampung PT Indofood.  PT Indofood akan menyiapkan bibit tapi dipotong setelah panen. Bibit tidak boleh diperjualbelikan tapi langsung diserahkan kepada masyarakat petani sebagai tanda ikatan," kata Suranto. (sumber)
Read More

Kamis, 12 April 2018

Produksi Kelautan Sibolga Penuhi Kebutuhan Aceh

April 12, 2018
Produksi Kelautan Sibolga Penuhi Kebutuhan Aceh
ilustrasi
POLLUNG ONLINE -- Provinsi Sumatera Utara (Sumut) memasok ikan pakang atau lebih dikenal dengan sebutan ikan kapas (kerupuk ikan) ke sejumlah pasar di provinsi paling ujung barat Sumatera untuk memenuhi permintaan pasar.

"Ikan pakang ini hasil produksi petani Sibolga (Provinsi Sumatera Utara)," kata salah seorang pedagang ikan kering enceran Didi di Pasar Lambaro, Ingin Jaya, Aceh Besar, Provinsi Aceh, Minggu.

Pedagang enceran itu mengakui, pekan lalu ikan pakang sempat kosong di sejumlah pasar di wilayah Aceh Besar dan Kota Banda Aceh, kemudian sejumlah pedagang menghubungi penyalur ikan dari Sumut.

"Produksi (ikan pakang) petani lokal terbatas dan tidak mampu memenuhi pasar. Untuk memenuhi permintaan pasar pedagang pesan dari Sibolga (Sumut)," akuinya.

Lebih lanjut katanya, harga ikan asing (kering) di sejumlah pasar sangat tergantung pada pasokan barang dan jika pasokan normal harganya ikan pakang berkisar dari Rp80.000 sampai dengan Rp100.000/ Kg.

"Sudah se minggu lalu harga ikan pakang naik dan sekarang harga enceren bertahan di Rp120.000/ Kg," jelas.

Salah seorang pembeli mengakui, ikan pakang itu sudah menjadi salah satu jenis barang langka dan agak susah didapatkan di pasar sejumlah pasar.

"Meskipun mahal tetap saja dibeli secukupnya, karena keluarga pesan. Kriuk seperti kerupuk dan lumayan enaknya," ujar ibu rumah tangga Nurlaila di Pasar Lambaro, Aceh Besar. (sumber)
Read More

Anak Petani Jadi Tamtama Terbaik Sumut

April 12, 2018
Anak Petani Jadi Tamtama Terbaik Sumut
ilustrasi
POLLUNG ONLINE -- Tiga prajurit TNI Angkatan Darat menjadi lulusan terbaik dalam pendidikan sekolah calon tamtama (secata) di Rindam I/BB, Pematang Siantar, Sumatera Utara. Hal yang membanggakannya, dua dari mereka adalah anak dari seorang petani.

Tiga lulusan terbaik yang mengikuti pendidikan Secata TNI AD gelombang II itu yakni Prada Andri Ansyah Pohan, Prada Julman Setia Sahputra dan Prada Fandi Rahmadian. Pendidikan tersebut diikuti 365 Tamtama dan dinyatakan lulus seluruhnya. Penghargaan kepada prajurit lulusan terbaik diberikan langsung oleh Pangdam I/BB Mayjen TNI Ibnu Triwidodo.

"Dari 365 prajurit yang lulus, tiga di antaranya meraih hasil dalam kategori memuaskan. Tiga lulusan terbaik yakni Prada Andri Ansyah Pohan memperoleh nilai terbaik aspek sikap perilaku, Prada Julman Setia Sahputra Waruhu berprestasi di bidang akademik dan Prada Fandi Rahmadian terbaik di bidang kesamaptaan jasmani," ujar Ibnu dalam keterangan foto di Instagram TNI Angkatan Darat, Selasa (10/4/2018).

"Dari tiga prajurit yang dinyatakan lulus terbaik, dua di antaranya adalah anak seorang petani yakni Prada Andri Ansyah Pohan dan Prada Julman Setia Sahputra Waruhu," lanjut pernyataan TNI AD.

Sementara itu, Kepala penerangan Kodam I/BB Kolonel Inf Edi Hartono mengatakan kelulusan prajurit TNI tidak memandang latar belakang ataupun pekerjaan orang tua mereka.

"Kelulusan anak seorang petani yang masuk dalam kategori terbaik sebagai bukti bahwa TNI tidak pernah melihat latar belakang pekerjaan orang tua para lulusan pendidikan TNI AD," kata Edi.  (sumber)
Read More

Wagubsu Ingin Optimalkan Peran BUMD dalam Pembangunan Daerah

April 12, 2018
Wagubsu Ingin Optimalkan Peran BUMD dalam Pembangunan Daerah
POLLUNG ONLINE -- Wakil Gubernur Sumatera Utara, Nurhajizah Marpaung mengatakan, ada lima prioritas provinsi dalam meningkatkan pembangunan di Sumut, yakni, pengurangan kesenjangan antar wilayah melalui peningkatan pembangunan infrastruktur, penguatan konektivitas dan kemaritiman.

“Sumut sebagai keempat daerah terbesar di Indonesia tetapi infrastruktur kita belumlah terpenuhi. Untuk itu marilah kita bekerjasama dan sama bekerja dalam membangun provinsi tercinta ini, salah satunya harus dengan cara jeput bola melalui bekerjasama dengan BUMN, BUMD dan pengusaha,” katanya, Rabu (11/4/2018).

Prioritas yang kedua, pertumbuhan ekonomi inklusif berkelanjutan melalui pengembangan pertanian, industri pengolahan, pariwisata, jasa dan perdagangan. Sumut sebagai daerah yang mempunyai banyak sumber daya alam, seharusnya setiap daerah dapat mengelola sumber daya alamnya masing-masing.

"Yang ketiga, peningkatan pembangunan sumber daya manusia dan pengurangan kemiskinan melalui pemenuhan pelayanan dasar masyarakat. Sebagai provinsi besar yang mempunyai 14,1 juta penduduk dan sebagian besar penduduknya merupakan usia yang aktif, tentunya jangan sampai tertinggal oleh perkembangan zaman," ujarnya.

Selanjutnya prioritas keempat, yaitu peningkatan ketahanan pangan, energi dan sumber daya air serta mitigasi bencana. Pemprovsu telah melakukan kerjasama dengan negara luar Korea, Singapura dan China dengan tujuan dapat mengurangi angka pengangguran daerah.

"Yang terakhir yaitu kelima, peningkatan reformasi birokrasi, tata kelola pemerintahan, penegakkan hukum dan pencegahan korupsi," ujarnya.

Wagubsu juga menjelaskan bahwa melalui lima prioritas tersebut ditetapkan target sasaran makro pembangunan yang ingin dicapai di tahun 2019 sebesar 5,11-5,5% dengan penurunan angka pengangguran terbuka menjadi 5,18%, penurunan angka kemiskinan menjadi 8,5-9 % melalui laju inflasi yang diharapkan stabil pada kisaran 3,5±1% dan IPM meningkat menjadi 71-72 serta koefisien gini menjadi angka 0,3. (sumber)
Read More

Jumat, 06 April 2018

Warga Pollung Galang Dana Pembangunan Musala Sipituhuta

April 06, 2018
Warga Pollung Galang Dana Pembangunan Musala Sipituhuta
POLLUNG ONLINE -- Minoritas Muslim warga Desa Sipituhuta, Kec Pollung, Kab Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara, sangat merindukan sebuah rumah ibadah di permukiman mereka. Sebuah musholla saja, berukuran tak lebih dari 7 x 5 meter persegi.

Tiap Sabtu dan Ahad, sebagian dari 45 warga Muslim pemilik kapling perumahan, bergotong royong merampungkan musholla. Rumah ibadah dan tempat mengaji anak-anak ini dibangun di atas tanah wakaf dari warga bernama Ilham dengan ukuran 8.5x23 meter persegi.

"Pembangunan musholla sudah sampai tahap mengecor tiang dan sedang menunggu kosen pintu dan jendela," kata Ustadz Ilyas Tarigan dari Yayasan Pesantren Arradlatul Hasanah Medan yang mengunjungi lokasi tersebut pada akhir Oktober lalu.

"Sambil menunggu musholla rampung, untuk sementara anak-anak mengaji di rumah warga bernama Yusuf Rizal. Ngajinya hanya tiga kali dalam seminggu," imbuh tokoh dakwah Karo bermarga Tarigan ini.

Kapling Muslim tersebut bermula dari keprihatinan seorang muslim bermarga Lumban Gaol terhadap muslim Sipituhuta. Sebagai dampak dari pemekaran Humbahas menjadi kabupaten pada Juli 2013 yang semula merupakan bagian dari Kab Tapanuli Utara, terjadi pembongkaran dan penggusuran 20 kuburan warga muslim. Atas nama klaim tanah adat, keluarga muslim harus mengevakuasi isi kubur dari lokasi pemakaman umum yang sudah dimanfaatkan sejak sebelum kemerdekaan RI.

Alhamdulillah, seorang waqif menyediakan sebagian lahan miliknya di sekitar lokasi, untuk kepentingan warga muslim. Ia yang kini bermukim di Jakarta, memberikan kemudahan kepada penduduk Islam terutama para pendatang, untuk memiliki tanah pertapakan rumah dengan biaya dan skema pembayaran terjangkau. Syaratnya, di atas kapling tanah itu harus dibangun rumah untuk ditempati sendiri.

"Alhamdulillah, sekarang sudah ada 10 keluarga yang membangun dan menempati rumah di lokasi tersebut. Seluruhnya ada 45 kapling keluarga muslim di sana," tutur Ilyas yang sudah sepuh namun masih tinggi jam terbang dakwahnya.

Ilyas Tarigan mengajak kaum muslimin untuk mewujudkan musholla yang dirindukan warga Sipituhuta. Silakan sampaikan kepedulian Anda melalui: Bank Mandiri no rekening 1370002187231 (Nuraini Tarigan); atau BCA no rekening 6475005337 (Nur Aini Ilyas Tarigan). Mohon konfirmasi ke WA 087880180016 atau hp 085370060909. (sumber)
Read More

Kamis, 01 Maret 2018

Robot Humanoid 5G Ini Bisa Jadi Solusi Masa Depan

Maret 01, 2018
Robot Humanoid 5G Ini Bisa Jadi Solusi Masa Depan
Sebuah robot humanoid 5G diciptakan oleh perusahaan Jepang, seperti ditunjukkan video di bawah ini.

Robot ini dapat mempermudah pekerjaan manusia di masa mendatang.

Penggunaan jaringan 5G dinilai memperkecil kemungkinan lagging antar operator dan robot.


Read More

Minggu, 18 Februari 2018

Humbang Hasundutan Tabligh Akbar di Mesjid Marade, Sipituhuta, Pollung

Februari 18, 2018
Humbang Hasundutan Tabligh Akbar di Mesjid Marade, Sipituhuta, Pollung
Masyarakat Humbang Hasundutan mengadakan acara Tabligh Akbar di Mesjid Al Muttaqin Marade Desa Sipituhuta, Pollung, Sumatera Utara.

Kegiatan ini diikuti oleh beberapa kelompok majelis taklim dan perwiritan dari seluruh Humbang Hasundutan, seperti diinformasikan oleh akun Facebook Polres Humbang Hasundutan.

Baca: Zikir Akbar di Humbang Hasundutan

Pollung merupakan daerah yang dilalui oleh jalan provinsi antara Dairi dan Dolok Sanggul. Salah satu desa bernama Pansur Batu merupakan asal muasal leluhur Buya Syeikh Ali Akbar Marbun, Rais Syuriah PBNU dan pengasuh Pesantren Al Kautsar Al Akbar, Medan dan Lae Toras Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.
Syeikh Ali Akbar Marbun (ketiga dari kanan) bersaam Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor (kelima dari kanan) (ilustrasi)

Leluhur Buya bermigrasi dari Bakkara ke Pansur Batu dan setelah itu ke beberapa daerah lain seperti Parbotihan, Simaninggir dan Siniang, Pakkat.

Di Pakkat bermukim keluarga adindanya, almarhum Mahmun Syarif Marbun atau akrab disapa Jureman Marbun. Selain sebagai tokoh masyarakat di Humbahas, keduanya merupakan alumni Pesantren Musthafawiyah Purba Baru, Mandailing Natal.


Read More

Senin, 12 Februari 2018

Masjid Al Muttaqin, Sipitu Huta, Pollung

Februari 12, 2018
Masjid Al Muttaqin, Sipitu Huta, Pollung
Fasilita: Parkir, Ruang Belajar (TPA/Madrasah), Kantor Sekretariat, Sound System dan Multimedia, Kamar Mandi/WC, Tempat Wudhu, Sarana Ibadah

Kegiatan: Pemberdayaan Zakat, Infaq, Shodaqoh dan Wakaf, Menyelenggarakan Pengajian Rutin, Menyelenggarakan Kegiatan Hari Besar Islam, Menyelenggarakan Sholat Jumat, Menyelenggarakan Ibadah Sholat Fardhu

Masjid Al Muttaqin terletak di jl. sidikalang marade desa sipituhuta kec. pollung, humbang hasundutan, sumatera utara

Sumber
Read More

Masjid Amal Bhakti, Aek Nauli, Pollung

Februari 12, 2018
Masjid Amal Bhakti, Aek Nauli, Pollung
Sebuah arsitektur masjid Amal Bhakti (ilustrasi)
Fasilitas: Parkir, Perlengkapan Pengurusan Jenazah, Kamar Mandi/WC, Tempat Wudhu, Sarana Ibadah

Kegiatan: Pemberdayaan Zakat, Infaq, Shodaqoh dan Wakaf, Menyelenggarakan Pengajian Rutin, Menyelenggarakan Sholat Jumat, Menyelenggarakan Ibadah Sholat Fardhu

Alamat terletak di jalan dengan nama yang sama, Jl. Amal Bhakti, Aek Nauli, Pollung, Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.

Sumber
Read More

Masjid Baiturrahim, Hutagurgur, Pollung

Februari 12, 2018
Masjid Baiturrahim, Hutagurgur, Pollung
Mushalla atau Masjid Baiturrahim terletak di Desa Hutagurgur di Kecamatan Pollung, Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.

Sebagaimana beberapa mushalla di Humbang Hasundutan, arsitektur bangunan ini sangat khas.

Pollung dilalui dari Medan-Sidikkalang ketika akan menuju Dolok Sanggul.

Sumber
Read More

Sabtu, 10 Februari 2018

Ini Kriteria Calon Gubernur BI Menurut Presiden Jokowi

Februari 10, 2018
Ini Kriteria Calon Gubernur BI Menurut Presiden Jokowi
Presiden Joko Widodo (ilustrasi)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memiliki kriteria yang akan mengisi kursi Gubernur Bank Indonesia (BI). Hal ini menyusul akan berakhirnya masa jabatan Agus Martowardojo pada Mei 2018.

Menurut Jokowi, calon Gubernur BI harus memiliki sejumlah kriteria, seperti mampu memberikan kepercayaan kepada pasar, paham soal kondisi ekonomi makro dan moneter Indonesia, serta mampu menjaga tingkat inflasi yang rendah.

"Tentu saja yang bisa memberikan kepercayaan pasar, mengenai hal-hal berkaitan makro ekonomi kita, moneter, inflasi," ujar dia usai menghadiri Dies Natalis Ke-68 Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, Jumat (2/2/2018).

Jokowi mengungkapkan, kepercayaan pasar terhadap BI sangat penting. Sebab hal ini juga berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi dan investasi di dalam negeri.

"Saya kira kepercayaan publik kepercayaan pasar sangat diperlukan untuk Gubernur BI," kata dia.

Namun demikian, Jokowi mengaku belum mengantongi nama yang akan diajukan kepada DPR RI. Sebab, dirinya juga masih mempunyai waktu hingga akhir Februari untuk mengusulkan nama kepada anggota dewan.

"Kan masih sampai akhir Februari. Tapi belum masuk ke saya," tandas Jokowi.  (sumber)
Read More

Rabu, 07 Februari 2018

Taman Bunga Nusantara Pollung

Februari 07, 2018
Taman Bunga Nusantara Pollung
Selain pembangunan kawasan pariwisata seluas sekitar 600 hektar di Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir. Pemerintah RI juga berencana membangun Taman Bunga Nusantara di Kabupaten Humbang Hasundutan.

Taman Bunga Nusantara ini awalnya hendak dibangun seluas sekitar 453 hektar di Kecamatan Lintongnihuta, Kabupaten Humbanghasundutan.

Namun baru-baru ini, kabar mengejutkan datang dari Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor.

Pemkab Humbahas mengusulkan pemindahan lokasi pembangunan Taman Bunga Nusantara, dari yang mulanya di Kecamatan Lintongnihuta pindah ke Kecamatan Pollung. Usulan ini sudah disampaikan secara tertulis ke sejumlah kementerian.

Kabar yang beredar menyebut penyebab pemindahan ini karena polemik lahan adat di kawasan itu.

Terdapat pihak yang menolak satu bidang lahan yang mereka anggap sebagai wilayah adat masuk dalam bagian lokasi pembangunan taman bunga. (sumber)
Read More

Pelaku Perampokan SPBU Hutapaung Ditembak

Februari 07, 2018
Pelaku Perampokan SPBU Hutapaung Ditembak
Polres Humbang Hasundutan (Humbahas) berhasil melumpuhkan anggota kawanan perampok SPBU Hutapaung, Kecamatan Pollung. SPBU di Jalan Sidikalang Huta Paung, Pullung itu ditampok pada Kamis (24/8/2017), sekitar pukul 03.30 WIB. Korban menderita Rp 150 juta beserta 3 unit Hp milik petugas SPBU

Kasat Reskrim Polres Humbahas, AKP Jonser Banjarnahor, Jumat (25/8/2017), mengatakan, polisi berhasil mengamankan empat tersangka pada Kamis sore dan satu tersangka masih dalam pengejaran.

Lanjut Jonser mengatakan, kelima tersangka dalam melakukan aksinya menggunakan senjata api berhasil menggasak uang tunai kurang lebih Rp 150 juta. Modus kawanan perampok menggunakan mobil jenis Toyota Avanza silver berpura pura mengisi BBM di SPBU, selanjutnya menodong senjata terhadap penjaga SPBU.

Untuk menghindari pegawai SPBU teriak, pelaku menutup mulut dan mata empat karyawan SPBU, kemudian menggiring menuju brankas dan dipaksa untuk menyerahkan uang. Selanjut perampok melarikan diri ke arah Kecamatan Pakkat.

Selang beberapa jam kemudian, pihak SPBU melaporkan kejadian tersebut. Berdasarkan laporan, polisi langsung turun ke TKP untuk melakukan penyelidikan. Kemudian pemeriksaan kepada saksi (petugas SPBU).

Tim Polres Humbahas melakukan pengejaran terhadap pelaku dengan bukti awal bahwa pelaku dalam melakukan aksinya mengunakan mobil Avanza. Untuk melokalisir dan mempersempit ruang gerak dalam pengejaran kelima tersangka, Polres berkoordinasi dengan Polsek dan juga melakukan koordinasi dengan pihak polres lain.

Berdasarkan pengembangan informasi, untuk mengelabui petugas, para pelaku perampokan dengan modus mengganti beberapa kali nomor polisi.

“Akan tetapi, dengan bukti awal yang kita kantongi, mobil yang ditumpangi pelaku ditemukan dan langsung kita melakukan penembakan terhadap mobil kawanan perampok,” ujarnya.

Kawanan perampok berhasil melarikan diri ke hutan hutan di daerah Kecamatan Pakkat. Tim Polres melakukan pengejaran dan ahirnya berhasil menangkap pelaku.

“Untuk saat saat ini, empat pelaku sudah diamankan inisial AS,JS,SH,L dan satu perampok belum tertangkap inisial P,” ujarnya.

Ditambahkannya, satu dari pelaku yang berhasil dilumpuhkan telah dirujuk ke Medan.

Sebelumnya, Manager SPBU Hutapaung, Jubaida Siboro, kepada wartawan menceritakan peristiwa perampokan itu berlangsung secara tiba-tiba saat kondisi SPBU terlihat sepi, hanya ke 4 anggotanya yang sedang bertugas menjaga pom bensin.

“Operator yang bertugas mengira mereka pelanggan mau ngisi bensin. Tapi tiba-tiba saja, gerombolan itu mengeluarkan senjata api dan menodongkannya ke petugas kita, lalu berkata jangan ada yang melawan, matikan CCTV, kalau mau selamat,” kata Siboro.

Siboro menyebutkan, sebanyak 4 orang dari gerombolan perampok tersebut kemudian menggiring seluruh petugas SPBU ke dalam kantor SPBU dengan kondisi mata tertutup, tangan terikat dan mulut ditutup menggunakan lakban, sementara 2 orang perampok lainnya menjaga di luar.  (sumber)
Read More

Selasa, 28 Maret 2017

Presiden Jokowi di Barus

Maret 28, 2017
Presiden Jokowi di Barus
Presiden Jokowi meresmikan Tugu Titik Nol Pusat Peradaban Islam Nusantara di Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Meski tak berjuluk 'Serambi Makkah', ternyata dari tempat inilah agama Islam masuk ke Nusantara.

Belum ada catatan resmi mengenai kapan wilayah Barus terbentuk. Tetapi tercatat sejak abad ke-6 Masehi, rempah-rempah dari Barus jadi magnet bagi para saudagar penjuru dunia.

Dalam buku 'Lobu Tua Sejarah Awal Barus' yang disunting oleh seorang peneliti asal Prancis Claude Gulliot yang dikutip detikcom pada Sabtu (25/3/2017), Barus juga dikenal dengan nama Pancur atau dalam bahasa Arab menjadi Fansur. Buku yang ditulis oleh beberapa peneliti itu pun belum bisa mengungkap apakah Barus dan Pancur memiliki makna yang sama.

Seorang ahli geografi yang juga matematikawan berdarah Yunani, Claudius Ptolemaeus pada abad ke-1 Masehi menyebut ada lima pulau yang salah satunya bernama 'Barousai'. Namun belum terbukti benar apakah Barousai adalah Barus.

Meski tak ada catatan yang memastikan bahwa Barus adalah Barousai yang dimaksud Ptolemaeus, tetapi memang sejak dahulu Barus dikenal sebagai penghasil kamper. Pada zaman dahulu tak semua tempat bisa ditumbuhi pohon kamper, dan komoditas ini amat disukai orang Timur Tengah.

Maka masuklah pedagang dari Timur Tengah ke Barus yang pada abad ke-6 Masehi merupakan pelabuhan di tepi barat Sumatera Utara. Kala itu memang belum bernama Sumatera Utara.

Tak hanya pedagang dari Arab, bahkan di Barus juga sudah berdatangan para pedagang dari Aceh, India, China, Tamil, Jawa, Batak, Minangkabau, Bugis, Bengkulu, dan sebagainya. Keanekaragaman suku bangsa yang datang ke Barus terbukti dengan adanya catatan-catatan berbahasa Arab, Yunani, Syriak, Tamil, Melayu, Jawa, hingga Armenia tentang Barus.

Masuknya Islam ke Nusantara dipercaya turut dalam jalur perdagangan ke Barus ini. Jalur perdagangan ini dikenal sebagai Jalur Rempah karena memang para pedagang memiliki misi untuk mencari rempah-rempah.

Bukti bahwa Islam pertama kali masuk ke Nusantara lewat Barus adalah ditemukannya makam Syekh Rukunuddin yang wafat pada tahun 672 Masehi atau 48 Hijriah. Makam tersebut terdapat di kompleks Makam Mahligai di Barus. (sumber)
Read More

More News